Sabtu

Mengatasi Moden O2 tak terbaca windows

Punya moden O2 (MC930D) seperti ini? pernah mengalami modem tersebut tak terbaca windows? jika ya, berarti kita sama..!
Berawal tadi pagi, saya mencoba mencolokan modem ini ke notebook, tapi upss! lampu modem hanya berkedip - kedip merah, dan notebook tidak terlihat ada kegiatan loading. nah loh..
panik..
Stelah saya cek ke control panel, ternyata memang hardware tidak terbaca. hmmm, 
mungkin softwarenya sudah kadaluarsa.
setelah lama mikir ( padahal malas mikir ) saya putuskan untuk googling, dengan kata kunci Installer modem O2 MC930D. dan, syukurlah masalah saya terselsaikan, dan sayapun bisa update blog ini lagi ^_^


Jika masalah anda sama, silahkan DOWNLOAD DISINI
READ MORE - Mengatasi Moden O2 tak terbaca windows

Jumat

Dari Allah tentang Cinta


Cinta adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Cinta berada di dalam hati kita namun dapat memancar keluar dengan aneka rupa ekspresinya. Cinta dapat membangun akhlak serta mendikte langkah dan tingkah laku kita.
Sebagai seorang muslim, marilah kita lihat apa yang Allah sampaikan tentang cinta di dalam kitab-Nya, Al Qur’an.

Cinta atas kesenangan dunia

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) [Ali Imran, 3:14]
… mereka (orang-orang kafir) mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat,… [An Nahl, 16:107]

Mengorbankan apa yang dicintai

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamumenafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran, 3:92]

Cinta orang yang beriman

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapunorang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. [Al Baqarah, 2:165]
… tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, [Al Hujurat, 49:7]
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad saw.), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran, 3:31]
READ MORE - Dari Allah tentang Cinta

Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi


Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.
Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.
Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”
Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.
”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah  dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!
Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]
READ MORE - Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi

Ganda Putri Masih Lengkap


Perjumpaan dua ganda putri Indonesia di babak perempat final semakin mendekati kenyataan. Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari masih mempunyai harapan untuk menghadapi rekan sesama pelatnas Meiliana Jauhari/Greysia Polii.

Laju juara Vietnam Open Grand Prix 2011, Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari menuju babak kedua terbilang mulus. Memanfaatkan pertemuan perdana dengan ganda Korea Selatan Eom Hye Won/Jang Ye Na yang mempunyai peringkat lebih tinggi, ganda Indonesia bisa menghalau setiap serangan. Ganda Indonesia tidak terburu-buru untuk melakukan serangan. Ganda yang hanya bertahan di babak pertama turnamen Djarum Indonesia Super Series 2012 ini bermain sabar.

Di awal game pertama ganda Indonesia sempat tertinggal jauh dengan 2-9. Kesabaran yang di peragakan ganda Indonesia ini pun berbuah manis. Tak berlangsung lama, mereka pun bisa menyamakan kedudukan pada posisi 12-12. Di penghujung game pertama pun ganda Indonesia masih tetap dominan dan bisa menghakhirinya dengan 21-17. Di game kedua ganda Indonesia mulai mengambil inisiatif menyerang. Smash keras ganda Indonesia terbukti ampuh untuk mendulang angka. Setelah angka sama di posisi 9, ganda Indonesia tak terkejar dan segera menutup game kedua dengan 21-14.  


Dua ganda putri Indonesia lainnya pun memiliki nasib baik yang sama. Finalis Djarum Indonesia Open Super Series 2011 lalu Vita Marissa/Nadya Melati akhirnya lolos dari lubang jarum dan bisa membanyak jumlah kemenangan dari ganda Thailand Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul. Menyerah mudah di game pertama denagn 10-21, ganda Indonesia yang menempati peringkat 14 dunia ini ganti merebut di dua game yang tersisa dengan 21-15, 21-16. Dengan kemenangan ini, maka head to head antara kedua ganda ini berubah dari 1-1 menjadi 2-1. Ganda Indonesia unggul di dua pertemuan terakhir.


Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta juga tak mau kalah. Bertanding menghadapi ganda putri tuan rumah Singapura, Fu Mingtian/Xing Aiying, ganda Indonesia hanya membutuhkan waktu 21 menit untuk menyudahinya. Pia/Rizki yang peringkat dunianya masih terlempar di luar seratus besar dunia mampu mengalahkan ganda Singapura yang ada di urutan 81 dunia dengan 21-11, 21-15.

Di babak kedua yang akan di mainkan hari Kamis (21/6), seluruh ganda Indonesia kembali akan bertanding. Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang mendapat bye di babak pertama akan menghadapi ganda tangguh dari India Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa. Unggulan kedelapan dari Indonesia ini harus mewaspadai ganda India ini. Meski menang di dua pertemuan mereka, tetapi semuanya berkesudahan dengan rubber game.

Jika ingin melaju ke babak perempat final dan bertemu dengan Meiliana Jauhari/Greysia Polii, Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda harus bisa menghentikan ganda Korea Selatan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na yang menduduki unggulan kedua. Sudah dua kali ganda Indonesia ini bertemu  dengan ganda Korea Selatan yang menempati peringkat 6 dunia ini, namun keduanya di menangkan oleh ganda Korea Selatan.

Dua ganda putri Indonesia lainnya juga harus bertemu para ganda unggulan. Vita Marissa/Nadya Melati kembali berjumpa dengan Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna untuk ketiga kalinya.  Dua kali sudah ganda Indonesia ini menyerah. Pada pertemuan terakhir pasangan Indonesia kalah rubber game. Pia Zebadiah Bernadeth/Rizki Amelia Pradipta juga sudah bertemu unggulan kelima dari China Bao Yixin/Zhong Qianxin di babak kedua.




READ MORE - Ganda Putri Masih Lengkap